January 5, 2010 - Posted by bugsbunny03 - 0 Comments
KRIPIK TEMPE
“LARISE”
SEJARAH BERDIRI
Kripik tempe aneka rasa Larise, mulai dirintis sejak 3 April 2000 di jalan Piyungan-Prambanan Km 2, oleh Ibu Reni Anggraini.
Kripik tempe menjadi salah satu alternatif usaha. Hal ini disebabkan karena Ibu Reni mempunyai keahlian dalam bidang tersebut. Selain itu, Ibu Reni mempunyai keyakinan bahwa usaha kripik tempe ini akan berkembang, karena salah satu makanan khas orang Indonesia adalah tempe.
Tidak berlangsung lama setelah merintis usaha ini, salah satu anggota keluarga mempunyai ide untuk membuat kripik tempe dengan aneka rasa. Meskipun hanya sebuah tempe, apabila diolah dengan baik dan penuh kreatifitas dapat menghasilkan rasa yang enak dan lain daripada yang lain, inilah yang mendasari ide penciptaan kripik tempe aneka rasa. Yang pada saat itu, umumnya kripik tempe hanya menggunakan bumbu tradisional. Sehingga produk kripik tempe aneka rasa yang diciptakan merupakan pelopor, yang pada saat ini banyak ditiru oleh pengusaha yang lainnya.
Dari waktu ke waktu, produk yang di hasilkan tidak hanya kripik tempe aneka rasa saja. Dengan berpegang pada motto “Produk Tradisional, Cita Rasa Internasional”, maka produk yang dihasilkan kian beragam, antara lain aneka kripik rasa, aneka keripik buah, aneka kripik tempe dengan bumbu aneka buah, dan aneka kue dan roti aneka rasa.
LOKASI PERUSAHAAN
Perusahaan Kripik Tempe Larise adalah perusahaan produksi di bidang makanan yang menghasilkan kripik tempe aneka rasa yang terletak di jalan Piyungan-Prambanan Km 2. Tidak ada alasan khusus kenapa mendirikan perusahaan di tempat tersebut. Yang ada hanyalah kebetulan rumah pemilik berada di situ sehingga dijadikan tempat produksi sekaligus tempat berjualan.
VISI
Perusahaan Kripik Tempe Larise ingin menjadi salah satu usaha kecil menengah yang bisa menjadi pemimpin dalam pasar produksi makanan berbahan dasar tempe.
MISI
Perusahaan Kripik Tempe Larise berusaha untuk menyediakan produk yang inovatif dan variatif dengan kualitas bagus, harga yang bersaing dan pelayanan yang memuaskan.
MOTTO
Produk Tradisional, Cita Rasa Internasional
PRODUKSI
Perusahaan kami memproduksi aneka jenis kripik dengan beraneka rasa. Kripik tersebut antara lain kripik tempe, kripik singkong, kripik talas, kripik kentang, kacang, dan lain lain. Kripik tempe aneka rasa memakai bumbu tabur (pedas, ayam bawang, udang, barbeque, balado, pizza, burger, spaghetti, dll)
Karena banyaknya produsen lain yang meniru produk kami, walaupun serupa tapi tak serasa, akhirnya saat ini kami meluncurkan seri terbaru yaitu “keripik tempe aneka daun”, yang diolah dengan bumbu daun-daunan segar seperti daun jeruk, kemangi, pandan, salam, seledri, ketumbar, daun bawang). Dengan berpegang pada visi “Produk Tradisional, Cita rasa Internasional”, maka pengembangan produk akan terus kami lakukan sesuai dengan permintaan konsumen.
Kami juga memproduksi aneka jenis keripik buah mulai dari keripik buah naga, kripik buah pear, kripik nangka, kripik apel, kripik salak, lengkeng, mangga, melon, semangka, dan lain-lain. Kami juga menyediakan brownies tempe, pie temple (tempe&apple).
PEMASARAN
Dalam pemasaran perusahaan kripik tempe Larise, Ibu Reni membuat outlet toko di rumahnya sendiri yaitu di bagian depannya. Sedangkan untuk layanan jasa kirim menggunakan sepeda motor yang dibelakangnya bisa digunakan memuat barang.
PROMOSI
Kegiatan promosi yang dilakukan Perusahaan Kripik Tempe Larise pada awal-awalnya dengan mengenalkan produk melalui masyarakat sekitar, kemudian berkembang dengan menggunakan cara iklan melalui radio, brosur, dan spanduk.
Sumber: http://www.feedblitz.com/f/?previewfeed=405167
December 23, 2009 - Posted by bugsbunny03 - 0 Comments
ADMINISTRASI PAPERLESS
1. a Definisi Administrasi Paperless
Administrasi berasal dari bahasa Latin: Ad = intensif, dan ministrare =
melayani, membantu, memenuhi. Pengertian Administrasi dalam bahasa Indonesia
ada 2 (dua): Administrasi berasal dari bahasa Belanda: “Administratie” yang
merupakan pengertian Administrasi dalam arti sempit, yaitu sebagai kegiatan
tata usaha kantor (catat-mencatat, mengetik, menggandakan, dan sebagainya).
Kegiatan ini dalam bahasa Inggris disebut: Clerical works (FX.Soedjadi, 1989).
Administrasi dalam arti luas, berasal dari bahasa Inggris
“Administration” , yaitu proses kerjasama antara dua orang atau lebih
berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah
ditentukan (S.P. Siagian, 1973) Aministrasi Paperless adalah proses kerjasama
dengan mencapai tujuan tertentu dengan tanpa menggunakan kertas.
Paperless adalah kebijakan pengurangan kertas dalam kegiatan administrasi
http://wardjono.blog.com/2008/12/30/paperless-administration/
b. Paperless administration diperlukan karena kertas semakin
mahal dan ketersediaan bahan baku kertas yang mengamcam kelestarian hutan seharusnya menjadi alasan yang kuat bagi kita untuk mempergencar kampanye penggunaan konsep paperless office ini. Tanda tangan dan fungsi pengawasan yang mengharuskan suatu surat bergerak dari satu meja ke meja yang lain sebelum keluar, saat ini memang masih mendominasi adminstrasi di pemerintahan kita maupun di lembaga-lembaga, namun demikian bukan berarti konsep itu tidak bisa kita gunakan. File sharing yang disediakan di OS Windows memungkinkan kita mengizinkan pihak lain untuk membuka, atau mengopi bahan yang tersimpan di hardisk kita. Dengan cara ini, pihak yang berkepentingan tidak perlu minta diantarkan suratnya, tapi cukup meminta file-nya dilepas, di-share sehingga bisa dibuka. Kalau ada lima meja untuk kontrol, maka semunya bisa punya akses ke file surat tersebut. Setelah semua menyetujui, barulah surat tersebut diprin, untuk selanjutnya dikirim via pos.
Mau lebih hemat lagi? Surat tersebut dapat dikirim via e-mail ke berpuluh-puluh alamat secara bersamaan. Detik itu juga sampai sampai ke tujuan, tanpa perlu sebatang pohon pun ditumbangkan untuk mencetaknya. Yang kita perlukan untuk pekerjaan tersebut hanyalah menyambungkan dua komputer kerja kita dengan komputer rekan di sebelah, atau di bagian lain. Hampir semua komputer saat ini sudah dilengkapi dengan LAN card sehingga kita tidak perlu lagi repot-repot menyiapkannya. Dengan port yang telah tersedia, hubungkanlah dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) biasa. Jika jumlah PC yang akan dihubungkan banyak, Anda tidak perlu pusing.
Saat ini sudah tersedia hub yang tugasnya menghubungkan PC kita ke PC yang lain. Di pasaran harganya sekitar 500 hingga 700 ribu per unit. Alat ini juga bisa membantu kita beramai-ramai menggunakan satu printer saja. Jadi, ruangan pun semakin indah dipandang karena space yang ada tidak dijejali oleh printer-printer di setiap meja. Kalau mau, kita bisa mengalirkan Internet melalui kabel LAN tadi. Yang ini lebih menarik lagi. Sebab, surat-surat atau karya penting yang kita hasilkan melalui proses yang bernilai dapat kita simpan di server internet. Tidak usah pusing untuk mengetahui di mana keberadaan server tersebut. Yang penting, begitu perlu, kita bisa memanggil kembali surat penting atau karya kita tadi dari internet, bahkan saat kita berada di luar kota sekalipun. Dan dijamin, selain tidak akan hilang, data penting ini juga akan lebih aman dari serangan virus.
http://www.riaupos.com/v2/content/view/1336/106/
c. Penerapan paperless administration dalam kegiatan perkantoran
Sebuah kantorakan memiliki prestise tersendiri jika berhasil dalam menerapkan paperless
office.
-
Informasidi Intranet
Daftar harga, pengumuman internal perusaahaan, kontrak kerja,desain
keperluan klien dll. bisa ditampung dalam web Intranet perusahaan. Intranet tersebut bisa
berupa situs web biasa atau wiki. Pekerja hanya perlu memantau dari situs web intranet perusahaan
untuk setiap informasi yang dibutuhkan. Bahkan bila perlu situs web tersebut di feed
ke RSS Reader/mail client/browser.
Pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi Groupware untuk kolaborasi yang lebih terintegrasi.
Groupware biasanya sebuah suite lengkap mencakup Calendar, Wiki, Addressbook, CRM, Project
Management, Whiteboard dll. Semuanya lengkap terintegrasi. Bahkan kita bisa
saling mengirimkan file/e-mail dan berdiskusi di dalamnya. Anda bisa
menggunakan aplikasi Opensource seperti eGroupware
-
Bye-bye Fax
Usulkan kepada bos anda untuk mencabut semua mesin fax. Sebisa mungkin ganti komunikasi
melalui fax dengan e-mail. Selain cepat biayanya juga sangat hemat. Pasang sebuah modem (modem
sekarang sudah dilengkapi fasilitas fax) dan pergunakan itu untuk mengirim dan
menerima fax. Pasang aplikasi manajemen fax seperti Winfax Pro di komputer
server/yang membutuhkan. Pengguna hanya perlu mengetik di pengolah kata dan
“Print to Fax” jika ingin mengirim fax. Sangat sederhana.
-
Internal Messaging (Instant Messaging/E-mail)
Pergunakan LAN messaging untuk mengirim
pesan singkat. Anda bisa berkomunikasi dengan rekan kerja sambil “on line” di
telpon dengan client. Anda bisa dengan cepat mengcopy paste informasi instan
yang dibutuhkan tanpa perlu mencetak atau menempel kertas Post-it di monitor.
Bila perlu file tersebut bisa dikirim via e-mail.
-
TIFF/PDF-kan Dokumen anda
Ini adalah Inti dari paperless office. Digitasikan seluruh dokumen anda.
Anda harus membeli sebuah scanner dokumen. Jangan menggunakan scanner flatbed biasa
(jika masih menyayangi kesehatan jiwa anda). Kecepatan scanner dokumen berlipat kali
lebih cepat dari scanner biasa. Scanner dokumen bisa menampung sekitar 50 kertas dan bahkan
bisa scanning bolak balik. Perusahaan Xerox biasanya terdepan
dalam hal ini, produk scanner dokumen mereka berkisar antara $350-$5000. Biasanya hasil scanning
akan disimpan dalam bentuk PDF atau TIFF.
Bila memilih format TIFF, anda harus sedikit repot untuk mengetikkan keyword yang
berhubungan untuk file TIFF bersangkutan. Keyword tersebut biasanya ditampung dalam sebuah wadah yang
disebut repository yang secara kontinu diindex. TIFF sangat bagus untuk
dokumen/chart/gambar yang memerlukan resolusi tinggi. Biasanya aplikasi khusus
yang berhubungan dengan ini ditawarkan bila membeli produk office hardware atau
berkonsultasi langsung dengan konsultan IT.
Perubahan merupakan sesuatu yang sulit diterapkan setelah terbiasa dengan budaya kerja
sehari-hari. Gerakan ini harus melibatkan semua orang di kantor dan memakan waktu yang tidak sebentar.
Jadikanlah ini sebagai sebuah budaya kerja sehat dan Paperless office akan menjadi kenyataan.
http://ikanur88.blog.com/2008/12/30/paperless-administration/
Contoh Kasus Administrasi Tanpa Kertas (paperless administration) di Indonesia
Guru SMA Maarif NU se-Surabaya Dikenalkan Software Administrasi Sekolah
Sekedar paham atau mengerti Teknologi Informasi (TI) tak cukup. Pengetahuan dan keterampilan harus terus diperbarui. Barangkali begitulah motto para guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Maarif Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur. Akhir pekan lalu, mereka diperkenalkan sebuah piranti lunak (software) yang khusus menangani tugas-tugas administrasi sekolah. Kegiatan yang digelar di Taman Pendidikan Islam SMA Ma’arif Maryam, Manyar Sambongan, Surabaya, itu diikuti para guru sekolah-sekolah Ma’arif NU se-Surabaya.
Piranti lunak yang diperkenalkan adalah Paket Aplikasi Sekolah (PAS). Ia mampu menangani banyak hal, di antaranya, masalah administrasi kepegawaian, administrasi siswa, administrasi akademik, dan administrasi keuangan. Dengan PAS, kepala sekolah, guru, dan pengelola lainnya dapat dengan mudah memasukkan data baru, mencari data yang ada, dan mencetaknya menjadi laporan-laporan yang representatif, termasuk rapor, absensi, daftar siswa yang ikut kegiatan ekstrakurikuler tertentu, dan lain-lain.
“Alhamdulillah, para pimpinan atau kepala sekolah dan guru sangat antusias mengikuti pengenalan software itu. Di akhir acara, mereka bertekad akan mengimplementasikannya mulai saat itu juga, secara bertahap dan berkelanjutan,” terang Agus Zainal Arifin, penggagas kegiatan tersebut. Mantan rais syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU Jepang itu menjelaskan, untuk tahap awal dianjurkan agar administrasi dijalankan dengan metode ganda, yakni, secara manual seperti biasa sambil diiringi penggunaan PAS. “Bila ada perbedaan data, maka yang harus dipercaya adalah dokumen manual. Selanjutnya, bila dalam satu periode (semester atau tahun ajaran) telah berhasil konsisten, maka administrasi manual sudah saatnya ditinggalkan, untuk berganti ke software secara total atau paperless (tanpa kertas),” jelas Zainal.
Selanjutnya, imbuh dia, penerapan paket-paket itu diharapkan juga bertahap, misalnya, dalam bulan pertama harus sudah berhasil implementasi paket administrasi siswa. Bulan berikutnya, administrasi keuangan, dan seterusnya. Meski PAS dikhususkan untuk SMA, namun Pesantren Matholiul Anwar Lamongan, yang juga diundang saat itu, langsung mengujicobanya dengan tim TI Pesantren. Piranti lunak itu akan diterapkan untuk administrasi di Madrasah Aliyah pesantren. “Insya Allah, walaupun Aliyah, software ini akan bisa berjalan dengan baik. Kita coba perbaiki kualitas sekolah-sekolah kita, mulai dari metode pengajarannya, kelengkapan bahan ajarnya, ketersediaan alat bantu ajarnya, dan lain-lain,” tandas Zainal.
http://newmine.blog.com/2009/01/04/administrasi-tanpa-kertas-paperless-adminsitration/
December 2, 2009 - Posted by bugsbunny03 - 0 Comments
RERKANTORAN MAYA (VIRTUAL OFFICE)
Definisi Perkantoran Maya (Virtual Office)
Secara umum Office Automation dapat didefinisikan sebagai otomatisasi proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual (document-driven) menjadi otomatis (electronic-driven) sehingga dokumen yang di-pergunakan dalam proses bisnis tidak lagi dalam bentuk hardcopy, melainkan dalam bentuk elektronik.
http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/15/kantor-maya-office-automation/
Alasan adanya gagasan tentang perkantoran maya (Virtual Office)
Pekerjaan kantor adalah suatu kegiatan kesekretariatan dan administratif. Segala sesuatu yang berkaitan dengan catat-mencatat, melakukan perjanjian, memfasilitasi pertemuan, memberikan laporan, menyusun dokumen, menyimpan dokumen, mengirimkan surat dan sebagainya. Untuk keperluan tersebut, terbentuk suatu jalinan komunikasi formal maupun informal. Dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk perkantoran membuka era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA).
Dengan semakin majunya teknologi komputer, mengecilnya ukuran fisik komputer dan ketersediaan sarana komunikasi mobiler serta pesatnya perkembangan teknologi internet konsep OA berkembang menjadi Virtual Office atau Kantor Maya. Konsep Kantor Maya adalah pekerjaan kantor dapat dilakukan di manapun di belahan bumi ini (bahkan luar angkasa?).
http://www.dinus.ac.id/artikel/kantor-modern.html
Gagasan tentang perkantoran maya awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerja sekretariat dan administratif (clerical), tetapi kemampuannya untuk memudahkan komunikasi formal dan informasi dengan orang-orang didalam dan diluar perusahaan menarik para manajer dan profesional sebagai pemakai. Semua pemakai Office Automation ini menggunakannya untuk meningkatkan produktifitas mereka.
http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/15/kantor-maya-office-automation/
Konsep virtual office diterapkan pertama kali di kantor regional Xerox di Waltham, negara bagian Massachusetts. Xerox memutuskan memakai konsep ini karena konsep konvensional di mana sebuah kantor dengan komputer main frame yang menyimpan database mau pun mengelola penjualan produk, salesman, inventory dan sekelompok salesman yang akan mendatangi calon pembeli pada daerah masing-masing, di mana jika terjadi transaksi akan melewati banyak langkah kerja.
Pada kasus Xerox, saat seorang calon pembeli memesan sebuah produk pada salesman, sales akan membuat urgent message yang yang berisi permintaan dan spesifikasi produk yang dibutuhkan ke kantor regional di mana di sana akan diolah lewat terminal komputer ke dalam main frame, berdasarkan proposal yang diajukan, kemudian sales akan membuat janji pertemuan dengan calon pembeli dan melakukan transaksi. Jika pada saat itu ada barang produk yang rusak atau ada penambahan pesanan maka langkah yang panjang tadi akan diulangi lagi.
Langkah /prosedur yang panjang sangat memboroskan waktu, ongkos operasional, dan efisiensi kerja. Diperlukan virtual office agar langkah yang dilewati menjadi lebih pendek sehingga lebih efisien, hemat waktu, dan biaya operasional. Konsep ini memiliki keunggulan dalam menghemat pengeluaran pada biaya sewa ruangan kantor, mengurangi staf, dan meningkatkan unjuk kerja penjualan /pelayanan.
www.lemlit.unila.ac.id/hki/virtual_office/virtual_office.doc
Cara Membuat Kantor Maya
1 sediakan sumber daya komputer
2 sediakan akses ke sumber daya informasi
3 sediakan perlengkapan non komputer
4 gunakan konferensi telepon
5 jadwalkan pertemuan rutin
6 lakukan rutinitas kerja
lima strategi yang pertama tanggung jawab perusahaan. strategi yang kelima adalah tanggung jawab pegawai.
http://nizerschu.blogspot.com/2009/11/kantor-maya.html
November 25, 2009 - Posted by bugsbunny03 - 0 Comments
hari nie benar-benar membuat Q pusing….
banyak kesalahan yang aq buat hari nie…
ayoooo perbaiki….
November 25, 2009 - Posted by bugsbunny03 - 0 Comments
assalamu’alaikum… alhamdulillah… nie blog bru Q..
November 25, 2009 - Posted by bugsbunny03 - 1 Comment
Welcome to Blog.com.
This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!